Sosok - Erma Ranik Selalu Ada Waktu Untuk Kalbar
“Aku selalu pulang dua pekan sekali kalau
sedang tidak ada kegiatan. Biasanya pulang Jumat malam.”
Pontianak,
4/6 (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Erma Suryani Ranik (37) selalu
menyiapkan waktu dua pekan sekali selama dua hingga tiga hari untuk pulang
kampung ke Kalimantan Barat.
"Aku selalu pulang dua pekan sekali kalau sedang tidak ada kegiatan. Biasanya pulang Jumat malam," kata Erma Suryani Ranik saat dihubungi, Senin.
Ia mengatakan selalu menyiapkan waktu untuk pulang ke Kalbar baik untuk menghadiri undangan konstituen, rapat organisasi, maupun untuk tugas sosialisasi dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Seperti Sabtu (2/6), Erma Ranik sejak pukul 05.00 WIB sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.
Ia akan ke Pontianak untuk menghadiri rapat sebuah organisasi. Kebetulan ia duduk sebagai Ketua Dewan Pengawas organisasi tersebut.
Tetapi, Erma akhirnya harus "balik kanan" (batal berangkat), karena pihak maskapai yang akan ia tumpangi menyatakan Bandara Supadio ditutup. Penutupan itu terkait dengan proses evakuasi pesawat Sriwijaya Air yang tergelincir sehari sebelumnya.
Meski sempat ragu atas informasi tersebut, namun setelah mengecek ke maskapai lainnya dan informasi yang didapat sama, anggota DPD dari daerah pemilihan Kalbar itu pun memutuskan untuk pulang ke kediamannya di Jakarta.
Ia akhirnya baru berangkat ke Pontianak Minggu pagi.
Waktu yang singkat dan terkesan terburu-buru itu, agaknya dimanfaatkan betul oleh anggota DPD yang pernah menjadi jurnalis pada Majalah Kalimantan Review, majalah pemberdayaan masyarakat adat Dayak, dan Direktur Program dan Produksi pada Ruai TV tersebut.
Selama sehari penuh, perempuan kelahiran kota "ale-ale" Ketapang, pada 14 Mei 1975 itu menghabiskan waktu mengikuti rapat Perkumpulan Pena, organisasi yang ia bentuk saat masih aktif sebagai jurnalis.
Selain masih aktif memberikan sumbangan pemikiran kepada organisasi itu, biasanya senator muda itu akan menghadiri undangan konstituen yang kebanyakan berada di wilayah pedalaman Kalbar.
Dia juga terkadang datang untuk sosialisasi empat pilar bangsa, tugas dari MPR.
Erma kini duduk sebagai Wakil Ketua Pansus Konflik Agraria dan Sumber Daya Alam DPD RI.
Sehari di Pontianak dan baru tiba di Jakarta sekitar 1,5 jam lalu, putri kedua pasangan Ranik dan Rusmiati itu harus melanjutkan perjalanannya ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.
"Sekarang sudah di Cengkareng, dan akan berangkat ke Kupang," katanya melalui pesan singkat.
Meski sibuk dan banyak aktivitas sejak dilantik sebagai senator pada 1 Oktober 2009, penerima Kartini Award 2011 bidang Politik dan Pemerintahan itu, masih selalu ada waktu untuk kampung halaman tercinta Kalimantan Barat.
"Aku selalu pulang dua pekan sekali kalau sedang tidak ada kegiatan. Biasanya pulang Jumat malam," kata Erma Suryani Ranik saat dihubungi, Senin.
Ia mengatakan selalu menyiapkan waktu untuk pulang ke Kalbar baik untuk menghadiri undangan konstituen, rapat organisasi, maupun untuk tugas sosialisasi dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Seperti Sabtu (2/6), Erma Ranik sejak pukul 05.00 WIB sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.
Ia akan ke Pontianak untuk menghadiri rapat sebuah organisasi. Kebetulan ia duduk sebagai Ketua Dewan Pengawas organisasi tersebut.
Tetapi, Erma akhirnya harus "balik kanan" (batal berangkat), karena pihak maskapai yang akan ia tumpangi menyatakan Bandara Supadio ditutup. Penutupan itu terkait dengan proses evakuasi pesawat Sriwijaya Air yang tergelincir sehari sebelumnya.
Meski sempat ragu atas informasi tersebut, namun setelah mengecek ke maskapai lainnya dan informasi yang didapat sama, anggota DPD dari daerah pemilihan Kalbar itu pun memutuskan untuk pulang ke kediamannya di Jakarta.
Ia akhirnya baru berangkat ke Pontianak Minggu pagi.
Waktu yang singkat dan terkesan terburu-buru itu, agaknya dimanfaatkan betul oleh anggota DPD yang pernah menjadi jurnalis pada Majalah Kalimantan Review, majalah pemberdayaan masyarakat adat Dayak, dan Direktur Program dan Produksi pada Ruai TV tersebut.
Selama sehari penuh, perempuan kelahiran kota "ale-ale" Ketapang, pada 14 Mei 1975 itu menghabiskan waktu mengikuti rapat Perkumpulan Pena, organisasi yang ia bentuk saat masih aktif sebagai jurnalis.
Selain masih aktif memberikan sumbangan pemikiran kepada organisasi itu, biasanya senator muda itu akan menghadiri undangan konstituen yang kebanyakan berada di wilayah pedalaman Kalbar.
Dia juga terkadang datang untuk sosialisasi empat pilar bangsa, tugas dari MPR.
Erma kini duduk sebagai Wakil Ketua Pansus Konflik Agraria dan Sumber Daya Alam DPD RI.
Sehari di Pontianak dan baru tiba di Jakarta sekitar 1,5 jam lalu, putri kedua pasangan Ranik dan Rusmiati itu harus melanjutkan perjalanannya ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.
"Sekarang sudah di Cengkareng, dan akan berangkat ke Kupang," katanya melalui pesan singkat.
Meski sibuk dan banyak aktivitas sejak dilantik sebagai senator pada 1 Oktober 2009, penerima Kartini Award 2011 bidang Politik dan Pemerintahan itu, masih selalu ada waktu untuk kampung halaman tercinta Kalimantan Barat.

Comments
Post a Comment