Menakar Kandidat DPR RI Kalbar 1
Ditengah hiruk pikuk dan panasnya perpolitikan Indonesia dalam persaingan merebut kursi presiden dan wakil presiden, perebutan kursi caleg juga tak kalah panas di daerah-daerah. Kalbar sendiri terbagi menjadi 2 dapil akibat penambahan 2 kursi DPR RI sehingga total menjadi 12 kursi. 8 kursi di Dapil Kalbar 1 terdiri dari dari Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Pontianak, Mempawah, Landak, Bengkayang, Singkawang dan Sambas. 4 Kursi di Dapil Kalbar 2 merupakan bakal Propinsi Kapuas Raya yakni Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.
Dari aspek demografi kependudukan, wilayah Kalbar 1 sangat didominasi oleh Melayu dan jumlah Muslim sekitar 75%. Sehingga jika dikonversi ke kursi, maka suara muslim bisa meraih 6 kursi dan suara non muslim meraih 2 kursi. Tapi dalam politik sangat dinamis, malah bisa terjadi kebalikan jika tak ada figur yg bisa meraih simpati masyarakat di basis promordial masing-masing. Bagaimana pun politik identitas di Kalbar ini masih sangat kental dan itu sah-sah saja sepanjang tak melanggar konstitusi serta tak ada pemaksaan, intimidasi, dan tekanan untuk memilih caleg atau partai tertentu.
Lantas partai mana saja yang berpeluang mendapat kursi DPR RI di dapil Kalbar 1? Melihat prospek, perkembangan di lapangan, basis militan, ketokohan dan popularitas, maka partai2 yg mendapat kursi diantaranya PDIP 2 kursi (basis Utama Landak), Demokrat 1 Kursi (basis utama Bengkayang), Gerindra 1 Kursi (basis menyebar), PKB 1 Kursi (basis menyebar), Nasdem 1 Kursi (basis menyebar), Golkar 1 Kursi (basis menyebar) & kursi terakhir direbutkan oleh 3 partai yakni Hanura, PAN dan PKS (ketiganya basis menyebar).
Kemudian figur mana saja yg punya peluang menjadi Anggota DPR RI di Dapil Kalbar 1? Kandidat kuat berdasarkan ketokohan, popularitas, basis dan pengaruh incumbent, maka yg berpeluang besar menjadi anggota DPR RI diantaranya :
1. Cornelis (PDIP)
2. Michael Jeno (PDIP)
3. Erma Suryani Ranik (Demokrat)
4. Katherine Angela Oendoen (Gerindra)
5. Daniel Johan (PKB)
6. Sy Abdullah (Nasdem)
7. Maman Abdurahman (Golkar)
8. Mr X (Bisa Agus Hanura, Guntur PAN, atau Alifudin PKS)
Prediksi diatas makin meyakinkan setelah melihat gerakan dan pengaruh berbagai sosial media yg massif untuk menenggelamkan partai pemerintah sangat kuat di kalangan masyarakat muslim sehingga justru sangat menguntungkan bagi incumbent non muslim sekarang yg kebetulan berasal dari partai oposisi seperti Gerindra dan Demokrat apalagi di kedua partai ini tidak nampak figur Melayu/Muslim yang kuat ketokohannya yg mampu mengalahkan popularitas dan basis binaan para incumbent. Sementara Daniel Johan diuntungkan oleh perhatian dan simpati pemilih Tionghoa karena memang beliau lah satu-satunya caleg Tionghoa terkuat sekaligus incumbent yang telah banyak menebar program ke masyarakat petani-nelayan muslim. Di internal PKB sendiri juga belum nampak satupun figur caleg DPR RI lainnya yg berpeluang atau mampu mengalahkan sang incumbent.
Dari analisa perkiraan nama-nama kandidat Anggota DPR RI yang berpeluang duduk, maka bisa disimpulkan Muslim dapat 3 kursi (ketiganya Melayu) dan Non Muslim dapat 5 kursi (Empat Dayak dan 1 Tionghoa) yang mayoritas incumbent. Komposisi ini sangat berpeluang besar tercipta di dapil Kalbar 1. Melihat kondisi sekarang sangat sulit komposisi ini bisa berubah kecuali ada kesadaran kritis dan gerakan massif di basis Melayu/Muslim untuk mendudukkan figur-figur kuat Melayu/Muslim apapun partainya.
Politik identitas di Kalbar memang tak sepanas dan setegang saat Pilgub Kalbar kemaren, kita bersyukur kondisi sekarang jauh lebih adem dan harmonis. Sepanjang tidak ada intimidasi, tekanan dan penggiringan paksa maka kualitas demokrasi dan pemilu di Kalbar akan sangat baik dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya. Selamat berkompetisi bagi semua caleg dan mari kita jaga pemilu 2019 ini tetap santun, bersih dan jujur. Salam Demokrasi Santun!
by Kelompok Kajian Politik Identitas
Copy dari status Wahyudi Ats Saury

Comments
Post a Comment